Rabu, 02 Desember 2009

Bwt malwareeeeeeeeeeeeeeee

ayoo kita bwt malware .. di coba kan di komp temen hhh



Selengkapnya...

Senin, 02 November 2009

Pusiiiiiing KP

Buat program udah jadi tapi ga beres2 hiks... ribeeeet... mana temen satu kp minta dibenerin lagi programnya...

DUh mumet.. mending buat baru deh dari pada benerin program... tapi pas aku bilang aku buatin aja malah orangnyya ga maw..

Selengkapnya...

Kamis, 29 Oktober 2009

Ngantuuuuuukk

Bobo yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk



Selengkapnya...

Selasa, 12 Mei 2009

Hambatan dan Tantangan e-commerce

Internet Bust!

*

Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung (bubble)
*

Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom
*

Pengalaman buruk



sehingga membuat orang lebih berhati-hati
*

Peluang: membuat model bisnis baru?



Infrastruktur Telekomunikasi

*

Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
*

Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
*

Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru



Delivery Channel

*

Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus”
*

Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
*

Jangkauan daerah pengiriman barang
*

Peluang : pengiriman barang yang terpercaya


Kultur & Kepercayaan

*

Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog
*

Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual
*

Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik.

Misal : buku, kaset, …


Kultur & Kepercayaan [2]

*

Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
*

Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat
*

Peluang: model bisnis yang sesuai dengan kultur orang Indonesia, membuat sistem pembayaran baru, pembayaran melalui pulsa handphone


Security

*

Masalah keamanan membuat orang takut untuk melakukan transaksi
*

Persepsi merupakan masalah utama
*

Ketidak mengertian (lack of awareness) merupakan masalah selanjutnya
*

Merupakan topik tersendiri ...

Munculnya Kejahatan Baru

*

Penggunaan kartu kredit curian / palsu
*

Penipuan melalui SMS, kuis
*

Kurangnya perlindungan kepada konsumen
*

Hukum? Awareness?
*

Kurangnya kesadaran (awareness) akan masalah keamanan



Ketidakjelasan Hukum

*

Masih belum tuntas status dari
*

Digital signature
*

Uang digital / cybermoney
*

Status hukum dari paper-less transaction
*

[de]Regulasi



Efek terhadap kehidupan

*

Kemajuan teknologi komputer dan komunikasi seharusnya meningkatkan tingkat kualitas hidup kita. Kenyataannya…
*

Bekerja lebih panjang
*

Pekerjaan dibawa pulang: no life, single terus
*

Melebarnya jurang si kaya dan si miskin
*

Siapkah kita menghadapi tantangan yang tidak dapat kita hindari?


Lain-lain

*

Ketidaksiapan institusi finansial
*

Tidak adanya insentif dari Pemerintah
*

Masih kurangnya entrepreneur di Indonesia
Selengkapnya...

PERKEMBANGAN E-COMMERCE DI INDONESIA

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita.


E-Commerce sendiri didefinisikan sebagai ‘a series of activities that includes Electronic Data Interchange (EDI), Supply Chain Management tools, and Electronic Payment Systems’.


Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai

jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:

*

Business to business (B2B):

Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain

*

Business to consumer (B2C):

Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi

*

Consumer to consumer (C2C):

Sifarnya lelang (auction)

*

Government: G2G, G2B, G2C,

melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat


Manfaat E-Commerce :

*

Revenue stream baru
*

Market exposure, melebarkan jangkauan
*

Menurunkan biaya
*

Memperpendek waktu product cycle
*

Meningkatkan customer loyality
*

Meningkatkan value chain


Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia - yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net


Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.


Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.


Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.


Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Referensi

*

http://www.sentralweb.com/
*

www.cert.or.id/~budi/presentations/e-commerce-indonesia.ppt Anggraeni Srihartati0905017012

Selengkapnya...

Penerapan e-business pada perusahaan

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak pada perubahan kultur perekonomian stiap negara kearah ekonomi digital, dimana setiap baktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan berbasis kepada aplikasi teknologi world wide web (www) dan teknologi internet. Hal ini mengakibatkan perekonomian dan bisnis yang semula relatif stabil dan dapat diprediksi menjadi penuh ketidakpastian,semakin kompleks, dan cepat berubah. Batas-batas antar negara semakin kabur dan cenderung hilang dari segi investasi, operasi industri, informasi, serta mengarah pada internasionalisasi dan globalisasi. Globalisasi memberikan tantangan dan peluang pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi didalamnya. Untuk dapat bertahan hidup
dan memenangkan persaingan perusahaan perlu membuat perencanaan bagi bisnis mereka.

Kesuksesan e-business sangat ditentukan oleh komitmen perusahaan terhadap peran dan tanggung jawab kepemimpinan dalam e-business, peran cross functional team, dan struktur manajemen sehingga top manajemen perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perubahan teknologi yang cepat, dan mengkomunikasikan nilai e-business ke seluruh organisasi.

Dalam berbagai kesempatan iini saya mengatakan bahwa pertimbangan utama yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan agar dapat secara efektif berhasil menerapkan konsep-konsep berbasis TI, seperti ERP, SCM, atau CRM adalah kemauan masing-masing pihak terkait (SDM perusahaan) untuk berubah. Paling tidak melakukan revolusi pemikiran dalam menghadapi persaingan ketat dan dinamika bisnis yang terjadi belakangan ini. Perubahan tersebut menyangkut dua hal, yaitu berhubungan dengan aspek �informasi� dan �teknologi�.

Perusahaan harus dapat memahami dan memperoleh keyakinan bahwa �informasi� merupakan faktor produksi yang penting di samping faktor 4M lainnya (materials, machines, money, dan men). Bayangkan jika sebuah perusahaan besar telah memiliki 4M tersebut, tetapi tidak memiliki informasi yang akurat mengenai keadaan industri, kebutuhan pasar, dan perilaku pelanggannya � bisa-bisa semua sumber daya fisik yang dimiliki dapat lenyap dalam waktu singkat dan perusahaan dapat bangkrut dalam waktu cepat.

Aplikasi ERP, SCM, dan CRM pada dasarnya bekerja berdasarkan proses yang berkaitan dengan mekanisme penciptaan informasi dan penyeberannya ke berbagai entiti organisasi yang membutuhkannya. Di bagian muka (front office) yang berhadapan langsung dengan pelanggan, terdapat aplikasi CRM yang bertujuan agar perusahaan dapat menjalin relasi/hubungan intim dengan customer-nya, sehingga yang bersangkutan akan menjadi pelanggan yang loyal.

Sementara itu, berdasarkan kebutuhan pelanggan tersebutlah maka perusahaan harus menerapkan konsep ERP, yang pada dasarnya, memberikan keleluasaan kepada perusahaan untuk dapat melakukan pengelolaan terhadap seluruh sumber daya yang dimilikinya agar efektif, efisien, dan terkontrol secara menyeluruh (holistik) dan terintegrasi (berbasis proses dan lintas fungsi). Karena merupakan suatu kenyataan, bahwa dalam usahanya untuk menciptakan produk dan jasanya perusahaan tidak dapat bekerja sendiri, alias membutuhkan kehadiran mitra bisnis yang menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan (bahan mentah, material, finansial, dsb.), maka perlu dikembangkan suatu sistem yang mengintegrasikan proses perusahaan tersebut dengan para mitra pemasoknya.

E-Business adalah 95% business and 5% technology. Secara implisit kalimat singkat tersebut telah menjelaskan esensi dari berkembangnya konsep manajemen baru yang dikenal dengan e-business. Kalimat singkat tersebut pada intinya menegaskan bahwa pertimbangan utama yang harus dipergunakan oleh para praktisi manajemen dalam menentukan apakah akan memanfaatkan tawaran-tawaran menggiurkan yang dijanjikan oleh e-business terletak pada pertimbangan seberapa besar potensi bisnis yang ditawarkan, bukan pada seberapa canggih teknologi yang berkembang.

Dengan melihat keseluruhan contoh pengukuran kinerja tersebut jelas terlihat konsep teknologi informasi yang relevan untuk penerapan e-business di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Jika pemakaian sebuah aplikasi, sistem informasi, software, perangkat keras, network, intranet, dan produk-produk teknologi informasi lainnya secara langsungada maupun tidak langsung memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap ukuran kinerja bisnis seperti yang dijelaskan di atas, maka jelas peranannya akan sangat berarti bagi perkembangan perusahaan. Demikian juga sebaliknya, jika hasil pengimplementasian teknologi informasi di bisnis justru bertentangan dengan konsep peningkatan kinerja yang di atas, tentu saja kehadirannya akan menjadi bumerang bagi keberadaan perusahaan.


Selengkapnya...

Apa sih bedanya E-Bisnis dan E-Commerce??

Kedua topik diatas memang memiliki kesamaan dalam sama sama menggunakan media internet sebagai alat bantu. Namun dalam hal ini dapat dikatakan e-commerce merupakan sub bagian dari e-bussines.
Jika ditinjau lebih menjauh ebisnis memiliki makna lebih luas atau menjalankan bisnis menggunakan teknologi tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang memiliki dampak yang besar kepada bisnis secar keseluruhan.
Sementara e-commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja online,
seperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya terjadi ketika konsumen men-order tiket, buku atau hadiah, produk berwujud maupun tidak berwujud melalui internet. Sampel lainnya ketika sebuah organisasi atau individu membayarkan sejumlah uang via internet.

Istilah e-bisnis meng-cover semua area bisnis. E-bisnis terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah melalui email. Pemasaran dilakukan melalui internet, menjual produk atau jasa melalui internet, menggunakan internet untuk riset pasar, menggunakan internet untuk meng-hire orang, menggunakan internet untuk promosi produk dan jasa, dan sebagainya.

Ilustrasi lainnya, order buku di Amazon.com termasuk pada e-commerce dan e-bisnis. Membuat sebuah peta dengan arahan dari rumah ke kantor pos di yahoo.com merupakan e-bisnis tapi tidak melibatkan e-commerce.

Memang terkadang banyak hal membingungkan dari istilah-istilah tersebut. Kebingungannya seperti istilah marketing (pemasaran) dan sales (penjualan). Sales merupakan bagian dari marketing. Marketing termasuk aktivitas lain seperti periklanan, yang bukan merupakan bagian dari sales. sumber(wirausaha.com)


Selengkapnya...